Minggu, 13 Maret 2011

MENJEMPUT RIZKI

Temanku yang baik dan insyaallah sholeh. Kukan mencoba menanggapi notemu, ini menurut pemikirnku sendiri, maaf jika mungkin tidak sesuai dengan pemikiranmu.

Masalah ini pernah kamu tanyakan padaku, tapi mungkin sikonnya kurang mendukung jadi jawabankupun sekenanya.

Menurutku, yang namanya rizki, jodoh, hidup & mati kita itu sudah di atur.
Nah, sekarag yang sedang di bahas adalah rizki. Setiap makhluk itu sdh da rizkinya msng2, tinggal bagaimana kita mengusahakannya, dan mengambilnya dgn cara apa, itu tergantung dari masing-masing orang.
Ibartnya Allah telah menghamparkan rizki tu seluas lautan, kita bisa mengambilnya dengan cara apapun. Ada yang memakai alat canggih, midle, dan tradisional, bahkan ada yg hanya menunggu percikan dari orang lain mskipun ia tahu bahwa ia jg berhak untuk mengambil air itu sepuasnya, mungkin karena ada keterbatasan dalam dirinya.
Dari semua cara yg dia tempuh untuk mengambil air itupun terkadang dengan cara yang batil, ada juga yg halal tercampur yang batil entah sengaja/pun tidak, bahkan ada yang benar-benar halal, meskipun dari satu sumber mata air yang sama.


Mungkin lebih jelasnya dengan perumpamaan berikut:
Dilaut sedang terjadi tragedi tumpahnya minyak dari kapal yang kecelakaan. Padahal laut itu adalah satu-satunya sumber kehiduapn bagi mereka, jadi mau tidak mau mereka harus mengambil air itu untuk menyambung nyawa.
Nah yang akan di bahas di sini adalah caranya untuk mengambil air itu. Pasti setiap orang  mempunyai cara yang berbeda-beda, sesuai pemikiran, ilmu & tujuan masing-masing.
1. Hanya mngambil minyaknya saja, dngn alt yg canggih skalian. krn dia bfikir saat itu dia mampu dan kuasa mlakuknnya, tnpa mmperdulukn akibt yg d timbulkn dr usahanya. yg mungkin akibtnya al: smakin trcemr laut itu krn efek samping alt modrn yg d gunkn, mmrlukn wkt yg lma dmi usahanya shg mngganggu hjat hdp orng bnyk. para nelayan tak bs mlaut sbbs dulu, plaku bisni ekowisata trgnggu proyek mrk, dll. Org lain yg tak punya kuasa hanya bs mnunggu sambil mnonton btapa tmaknya para pnguasa. Mski dlm ht, mrk th bhwa hal itu slh & mrugikn mrk. Mrk hnya bisa mnglus dada sraya bkata " 'Audzubillaahimindzalik" tanpa tindakn yg nyata.
2. mngambil sekenanya saja, dpt lbh bnyk air / minyak tdk trlalu pduli, dpt air lbh bnyk ya syukur, dpt minyak yg lbh bnyk jg lbh bsyukur krn nntinya bs d jual. Biasanya mrk tmsuk golongn yg pas2san dlm bpikir n mls dlm usaha, serta dgn ilmu yg apa adanya.
3. Hanya mau mngmbil air yg bnar2 tdk trcmr olh minyak. krn bgnya mski minyak itu lbh mhl dr air jk d jual, tp ttp aja minyak itu bkn haknya. Ada yg lbh bhak u mnangani mslh itu; ada aparat yg kn mnyelidiki pnybab trjadinya, ada pihak ahli yg d tugasi mbersihkn tumphnnya srta th cara bgmn mrecover prairn tsb.
Dia mnginginkn apa yg msk dlm tbhnya baik tu mknn atopun cr mndptknnya, tdk lain adl yg bnr2 halal mnurutnya. Ada kekhawtirn kalo seumpama dia ikut mmbntu mmbrsihknnya, mlh dia mngganggu proses yg sdg bjln/bhkn dia tkut kalo2 ia jd ikut mmnfaatkn ssuatu yg bkn haknya. Golongn ini, sdh mlakukn hal yg baik, tp kontribusinya u org lain kurg. Alngkh baiknya jk ia bs mngmbil hal yg baik u dirinya, jg bs btindk u kmaslhtn bsma.

Waallahu'alam bisawaf...
Smua itu adlh cth cr2 org mnjmput rizkinya, pst msh bnyk cr laen slain yg tlah d sbutkn d ats.
dr situ qt bs mngmbil ksimpuln bhw tak ada satupun d dunia ini yg smpurnya, kecuali DzatNya. Sbg mns kita hnya mmpu b'usaha mlkukn yg tbaik.
Stiap kbaikn itu akn bsinggungn dgn kburukn, Stiap mkhluk mmpunyai hak, & stiap hak itu tdk bs d jlnkn scr mutlk, krn akn bsinggungn dgn hak org lain.

mns d karunia akl u bfikir & d bri nafsu u bkhndak.
Aku b'linduung dr lisan yg slalu mnimbun dosa, dr fikirn yg tak prnh smpurna. Smoga Allah snantiasa mmbimbing qt dlm kbaikn. Mnjdkn Iman, Islm, & ikhsan qt smakin tangguh.

yg kutulis d atas adlh dr pmikirnku smata, pst bnyk kkurngn. Jk da kbnrn pstnya dtngnya drNya, & jk da kslhn pst dtng dr pbibadiku.
Maka sbg renungn ku kutip 1 hadist dr Tarjamah Riyadhus Shalihin (Syaikh M. Nasiruddin Al-Albani, jld 1)
"dr Abu Kabasyah Amr Ibn Sa'ad Al-Anmari r.a. dia mndngr Nabi SAW brsabda: " 3 hal aku bsumpah atasnya, & aku akn mncritakn pdmu 1 hadist mk plihralh. " tdk bkurng hrt sseorng itu krn sdkh, & tdklh sseorng hmba itu d aniaya dng sbuah pnganiayaan lalu ia bsbr mnanggungnya mlainkn Allah pst mnmbh kmuliaan bgnya, & tdklh seorg hmb mbuka pntu minta2 mlainkn Allah mbuka pntu kmelrtn bgnya." & aku akn mncritkn 1 hadist pdmu mk plihrlh. Beliau brsbda: " ssguhnya dunia ini milik 4 org, yi:
1. sseorng yg d karuniai hrt & ilmu olh Allah, lalu dgn krunia itu ia btqw kpd Tuhannya, mnymbung tali kluargnya, & mngthui hak Allah d dlmnya. Mk ini adl kdudkn yg pling utm.
2. sseorng yg d karuniai ilmu olh Allah & tdk d karuniai hrt ttp dia punya niat yg jujur, ia brkata: "seandainya saya d karuniai hrt tntu akn brbuat spt pbuatn fulan." Mk dia dgn niatnya itu, pahala k2nya adlh sama.
3. sseorng yg d karuniai hrt olh Allah tp tdk d karuniai ilmu, shngga dia tdk punya arh (ngawur) dlm hrtnya, tnpa (d pndu ilmu); dia tdk btqw kpd Tuhannya d dlmnya, tdk mnggunknnya u silturrahmi, & tdk mngthui hak Allah d dlmnya. Ini adl kdudukn yg pling buruk.
4. sseorng yg tdk d karuniai hrt / pun ilmu olh Allah. Lalu dia bkta: " seandainya sy mmliki hrt tntu sy akn mnggunknnya spt apa yg d lkukn olh Fulan, mk ia dgn niatnya itu, dosa k2nya adlh sama."
(HR. Tirmidzi, dia bkata: "Hadist Hasan Shahih").
***********************************************************************************

Tulisan ini pernah kukirimkan pada seorang teman yang meminta pendapat tentang keresahannya dalam menjemput rizki di negara yang carut-marut ini. Semua ini ku tulis atas pemikiranku belaka, dalam waktu yang singkat, jadi tanpa melalui tahap edit, tulisan & bahasanya juga semau "gue". So, banyak kekurangannya. Tapi mudah-mudahan bisa memberikan sedikit pilihan atau sekedar masukan.

Jumat, 07 Januari 2011

Pagi Mencekam (Sisi Kelam Sebuah Keluarga)

Hari masih pagi,hilir mudik anak-anak sekolah dan para pekerja di jalan depan rumah kami masih tampak ramai.Aku keluar untuk menyapu halaman sambil merapikan taman. Kulihat dua orang tetangga sebelah rumah sedang asyik memanen mangga yang pohonnya berbatasan langsung dengan pagar rumahku.Ditengah keasyikanku bercengkrama dengan bunga-bunga di taman, tiba-tiba terdengar suara ribut, dan suara itu tak asing lagi bagiku. Subhanallah suara itu adalah percekcokan antara mertua dan menantu. Bukan maksud untuk menguping peselisihan diantara mereka, tapi aku sudah terlanjur ada dalam situasi yang sulit. jika aku berdiri kemudian menjauh dari tempatku semula, aku malah tidak enak dengan mereka. Maka aku putuskan untuk tetap jongkok sambil merapikan rumput di taman. 

Astaghfirullah...perselisihan ini semakin sengit, awalnya sang mertua melontarkan kata-kata kepada menantunya, pelan namun cukup menyinggung sang menantu. "Senangnya...bisa panen rambutan,,, tanpa susah-susah menanam, yang nanam ja belum pernah mencicipi hasilnya!" Sontak sang menantu marah bukan kepalang, memaki sang mertua sekenanya sambil berlari mencari pembelaan pada bapak mertuanya. Seperti sudah diketahui orang sekampung perihal hubungan kekeluargaan mereka yang carut marut. Maka pecahlah perang mulut antara ibu mertua dengan suami dan anak menantuntya.

Sebenarnya ku tak tahan mendengar perselisihan diantara mereka, sering-sering hati ini beristighfar memohon ampun, dan memohon perlindungan-Nya. Sungguh ku tak tega mendengar seorang ibu menerima cacian dan makian bertubi-tubi dari menantu dan suaminya sendiri. Meskipun sang ibu yang salah, tapi bukan begini cara yang tepat menyelesaikan masalah. Miris aku mendengar kata-kata yang terlontar dari sang ibu saat tak berdaya mendengar anak dan suaminya  menghakimi dirinya. "Bunuh saja aku, Pak...! Aku perempuan tak pernah benar di matamu dan anak-anak, aku sudah tak punya harga diri sebagai manusia"

Ya Allah...ternyata akar permasalahannya adalah mengenai hal ikhwal akan diadakannya pernikahan putri terakhir mereka. Sang bapak menginginkan acaranya diselenggarakan secara sederhana, ijab qobul dilanjutkan dengan walimahan secara sederhana pula, karena yang diundang hanya tetangga terdekat, saudara dekat dan teman calon pengantinnya. Jumlahnya kurang lebih 150 orang. Sehingga Sang Bapak memutuskan urusan konsumsi diserahkan pada anak menantunya itu, karena sang Ibu tidak setuju dengan keputusan suaminya. 

Acarapun sudah semakin dekat waktunya, namun tak prnah ada komunikasi antar keluarga secara terbuka. Sang Ibu tak pernah diajak musyawarah perihal jalannya acara kelak. Setiap kali ditanya sang Bapak hanya berkata,"Semuanya sudah beres, sudah kuserahkan pada orang yang tepat". Ternyata jawaban itulah yang memicu pertengkaran hebat hari ini. Permasalahan demi permasalah selalu disimpan oleh sang Ibu,sehingga bagaikan bola salju semakin lama semakin membesar. Karena menurut cerita ibuku, yang selalu menjadi tempat curhatnya, sedari mereka menikah hingga kini suaminya tak pernah sepaham dengannya. 

Dari pertengkaran mereka, aku sebagai orang awampun bisa merasakan betapa sakitnya perasaan sang Ibu dalam posisi tak berdaya seperti itu. Seharusnya sang Ibu itu mendapatkan kasih sayang dari anak dan suaminya, mendapatkan bimbingan dari suami tercintanya, manakala ia salah melangkah.Bukannya malah hardikan yang ia terima. Bagaimana Ibu ini bisa bangkit untuk memperbaiki diri, jika lingkungan dan orang-orang yang seharusnya memberinya support malah terus menerus menjatuhkannya.

Bagaimanapun beliau adalah seorang Ibu, wanita yang pernah melahirkan anak-anaknya. Pastilah beliau juga menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya. Disaat anak perempuannya akan memasuki babak baru dalam hidupnya, tentunya sang Ibu juga ingin memberikan sesuatu yang terbaik. Karena setelah ia menikah, nantinya ia akan menjadi hak suaminya secara penuh. Pastilah saat ini sang ibu sedang berada dalam suasana bahagia sekaligius sedih. Bahagia, karena bisa menyaksikan anaknya mengucap janji setia sehidup semati dengan pasangannya.Sedih karena harus menyerahkan putri kesayangannya pada lelaki yang belum ia kenal sebelumnya. Putri yang setengah abad lebih ini, menemani hari-harinya, selalu ada 24 jam untuk saling menjaga.

Tanpa kusadari air mataku berlinang membasahi tanah di taman yang belum sempat kusiram pagi ini. Ketika kudengar sang menantu menghujini pertanyaan pada ibu mertuanya, "Bu, aku ini siapa? Akukan menantumu? Tak seharusnya Ibu marah-marah padaku, marahlah pada suamiku, anak Ibu! Aku ini orang lain, bukan siapa-siapamu! Sudah 6 tahun aku tinggal disebelah rumah Ibu, rumah pemberian kalian untuk kami tinggali meski tanpa sertifikat di tangan kami. Setiap kali ada masalah denganku atau suamiku, Ibu selalu mengungkit-ungkit masalah ini. Kurang sabar apa aku, Bu? Kalau memang Ibu tidak ikhlas, ambilah kemabali, biar kami cari kontrakan! Aku tidak terima, Bu... tidak terima... diperlakukan begini, seperti maling. Ibu kira, aku tak mampu membeli seikat rambutan, Bu?"

Sang Bapak tiba-tiba memotong pembicaraan menantunya yang nadanya sudah tak terkendali. "Sudah-sudah, aku sudah bisa menilai mana yang sabar, dan mana yang tidak!" Seketika sang Bapak melihat ke arah istrinya sambil mengacungkan telunjuknya kearah muka istrinya dan melontarkan kata-kata yang tak layak diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya. "Kamu itu sudah menikah denganku lebih dari 30 tahun, tapi kelakuan tak pernah berubah. Dasar otak busuk, ngomong gak pernah dipikir! Selama kamu masih jadi istriku, mau tidak mau kamu harus mengikuti keinginanku, karena aku suamimu! Percuma saja pakai kerudung, sholat sunnah berkali-kali tapi kalau sama kelauarga selalu ribut!" kudengar lirih ibu itu mengeluarkan kata-kata yang lagi-lagi membuatku merinding, "Kalau begitu, bunuh saja aku, Pak!" Sang Bapak langsung membentak dengan logat jawa, "Lha kok penakmen, kowe ngongkon-ngongkon aku! Lha opo aku iki burohmu, heh....!?" Seketika suasana hening, sesekali terdengar sesenggukan keluar dari mulut menantu dan ibu mertuanya.

Sang Bapak memecah keheningan, dengan memaki-maki istrinya kembali. "Lha dasar wong ora duwe maturnuwun, lha wong mantune meh nulung mertuane lan adhine sing meh duwe gawe kok malah diserik!" 

Sang istripun melakukan pembelaan,"Lha aku iki lhak iyo bojomu, Ibune anakmu? Lha kok aku ora mbok wongke? Atiku lara, Pak! Aku iki isih urip, duwe anak wedok ragil meh nikah, ora dijak rembugan piye-piyene acarane sesuk, malah Panjenengan ngajak rembugan wong liyo! Atiku lara tenan, Pak! Wes,,,patenano aku, ketimbang aku urip ora dianggep!"

Sang Bapak suaranya semakin meninggi, "Lho...Lha Dewi iki rak iyo dudu wong liyo to? Dewi kuwi mantumu, bojone anakmu! Utekmu dokok nang ndi?"
"Sudah, gak usah diperpanjang, malu...banyak orang lewat! Saiki anak-anak masih pada kerja, nanti malam kita bicarakan lagi kalo sudah pada kumpul. Tapi inget, Bu! ora usah macem-macem, kowe kudu manut aku, yen isih pengen dadi bojoku!"

Mertua, menantu, dan kedua cucunya pergi meninggalkan pertengkaran itu. Satu persatu masuk ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah...Ya Allah...akhirnya selesai juga perang ini. Mudah-mudahan mereka menemukan jalan terbaik dari-Mu. Setelah suasananya sepi akupun mulai bangkit dari tempatku tertunduk kaku, tak berdaya dan tak tahu harus berbuat apa dalam situasi tersebut. Aku bagaikan pengecut dalam persembunyian. Tapi sungguh aku tak berdaya saat itu. Aku hanya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini untuk hidupku dan orang-orang disekelilingku. Kelak jika aku berumah tangga harus ada keterbukaan, komunikasi yang baik, saling menjaga, menghargai, dan mengasihi. 

Dari sini aku hanya bisa berpesan kepada siapa saja yang hidup berumah tangga dengan mertua, harus bisa saling menghormati, dan menganggapnya seperti orang tua kita sendiri. Karena memang awalnya mereka adalah orang lain, namun setelah ijab dan qobul diucapkan didepan penghulu dan para saksi, serta diawali syahadatain, mereka menjadi orang tua kita yang sama kedudukannya dengan orang tua kandung. Maka perlakukanlah mereka dengan lemah lembut. Begitu juga mertua, harus memperlakukan menantunya layaknya anaknya sendiri. Dengan demikian akan tercipta sebuah keluarga yang sakinah, mawwadah, warahmah.

Akhir kata aku hanya bisa berdoa "Audzubillahimin dzalik...Semoga kita terhindar dari perbuatan yang demikian". Aamien...
Kita ambil sebagai pelajaran hidup, kita tinggalkan yang tidak benar. Semoga bermanfaat.



Sabtu, 25 September 2010

Dahulu dan Kini

Rasanya sudah lama sekali aku tak meluangkan waktu untuk menulis. Sampai banyak ide yang tak tersalurkan. Maklum dipertengahan puasa kemaren "si Mbak" yang biasa bantu-bantu di rumah pulang ke kampung halamannya dan tidak kembali lagi. Hemmm,,, tak perlu ku ceritakan alasannya disni, anggap saja sudah tak ada kecocokan lagi diantara kami. Semoga dia mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Karna ku tahu dia salah satu tulang punggung dalam keluarganya.
Kini kegiatanku sehari-hari bertambah, ku berusaha menjalani semua itu tanpa beban, agar semua terasa ringan. Yaahh...itung-itung untuk pembelajaran juga. Nantinya kalau aku sudah berkeluarga, hidup bersama orang yang saat ini entah ada di belahan bumi mana dan entah dengan berapa buah hati yang akan Dia amanatkan pada kami.

Senin, 16 Agustus 2010

Sabtu, 24 Juli 2010

You Are Not Alone

Another day has gone

I’m still all alone

How could this be

You’re not here with me

You never said goodbye

Someone tell me why

Did you have to go

And leave my world so cold

Kamis, 22 Juli 2010

KEAJAIBAN ASI EKSKLUSIF

Istilah Air Susu Ibu (ASI) eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur, susu, biskuit, bubur nasi, dan tim.
Normalnya ASI diberikan 8-12 kali dalam waktu 24 jam. Artinya diberikan setiap 2-3 jam sekali, termasuk di malam hari. Pemberian secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebih.

Nutrisi ASI
Berbagai komponen nutrisi di dalamnya antara lain: protein, laktosa, dan lemak. Kadar protein 0,9%, 60% diantaranya berupa whey, yang lebih mudah dicerna dibandingkan kasein (protein utama susu sapi). Lemak ini dalamnya merupakan campuran dari fosfolipid, kolesterol, vitamin A dan karotenoid. Di dalam ASI juga terdapat asam amino (sistin dan taurin) yang tidak terdapat dalam susu sapi. Sistin untuk pertumbuhan somatik (tubuh), sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak. Kadar elektrolit yang ada lebih rendah dari pada yang terkandung di dalam susu formula, ini menguntungkan mengingat kondisi ginjal bayi yang belum sempurna. Kadar vitamin A, C, D, E dan niasin lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi atau atau susu formula. Sedangkan kadar vitamin neurotopik, seperti: thiamin, roboflavin, dan sianokobalamin lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula.

ASI juga mengandung zat untuk melawan dan memberantas jasad renik, seperti sel-T dan imunoglobulin, yang merupakan pertahanan tubuh spesifik. Dengan mengikat zat besi, laktoferin telah berperan menghambat pertumbuhan Stafilokokus dan E.coli yang juga memerlukan zat bedi untuk pertumbuhannya. Laktoferin juga menghambat pertumbuhan jamur kandida. Kandungan AA-DHA dan minyak omega-3 asam linoleat alfa juga dapat mencerdaslan bayi.

Selain itu, Lactobacillus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti E.coli (yang sering menyebabkan bayi menderita diare), shigella, dan jamur.

Riset terbaru menyebutkan bahwa molekul ASI mengandung L-Alpha Glyceryphosphorylcholine yang bermanfaat memperbaiki fungsi kognitif penderita stroke dan Alzeimer, dan kandungan asam laurat bermanfaat mengurangi iritasi dan bintik-bintik di wajah, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi krim jerawat.

Stadium ASI
ASI mempunyai 3 stadium. Stadium pertama adalah kolostrum, yaitu merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai keempat. Warna kunimg keemasan kolostrum disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Stadium kedua adalah peralihan, yang diproduksi pada hari keempat sampai hari ke 10. tadium ketiga adalah ASI matur, yang diproduksi dari hari ke-10 sampai seterusnya.

Keajaiban
Manfaat pemberian ASI sebagai nutrisi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Susu yang keluar saat kelahiran bayi sampai hari ke-4 atau ke-7 (kolostrum) mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang (mature). Zat ini akan melindumgi bayi dari penyakit diare. Juga bisa meningkatkan kecerdasan. Nutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi adalah taurin, laktosa, dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega-3, omega-6).

ASI eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang. Dengan menyusui maka maka akan terjalin kasih sayang antara ibu dan bayinya. Si bayi juga merasa aman, tenteram, dan terjaga. Selain itu manfaat lainnya adalah sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan. Suhu sama dengan suhu tubuh. Kesesuaian inilah yang menyebabkan kenyamanan tersendiri bagi bayi. ASI eksklusif dapat mengurangi terjadinya sakit telinga dan infeksi saluran pernafasan pada bayi, melimdumgi bayi dari serangan alergi. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara bayi, membantu pembentukan rahang yang bagus, mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi akan lebih cepat berjalan, menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spiritual, dan hubungan sosial yang baik.

Bermanfaat pula untuk ibu, mislnya mengurangi resiko pendarahan setelah melahirkan, mengurangi terjadinya anemia (kekurangan hemoglobin darah), menjarangkan kehamilan, mengecilkan rahim, membuat tubuh lenih cepat langsing kembali, mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara dan kanker indung telur, terjamin lebersihannya karena sangat higienis, lebih ekonomis, mudah pemberiannya karena tidak perlu diolah, segar, siap pakai, serta memberikan psikologis dan kebahagiaan tersendiri bagi jiwa ibu.

Peran Ayah
Berbagai keajaiban ASI eksklusif diatas tentunya tak lengkap tanpa dukungan sang Ayah. hal ini sesuai dengan apa yang dikatan oleh Dr. Utami Roesli, SpA., CIMI., "Untuknya adalah yang terbaik. Tiada yang dapat menandimgiya. ASIadalah mata air kehidupan baginya dan sentuhan ayah adalah kekuatannya. Pengertian dan dukungan ayah dalam upaya pemberian ASI eksklusif adalah suatu investasi yang berharga, demikian pula yang dikatan oleh Dr. William Sears. (dr. Dito Anurogo)

Dkutip dari Harian Umum Suara Merdeka, Mimggu 13 Juli 2010

Sabtu, 19 Juni 2010

JANGAN TAKUT BERIMAJINASI


Imajinasi adalah sumber inspirasi. 

Dialah yang membuatmu bisa membayangkan impian hebat

Berwawasan luas, 
berpandangan jauh ke depan, dan membayangkan hal-hal yang belum pernah kamu coba atau sesuatu yang bahkan
belum pernah ada. 

Merupakan ciri-ciri pikiran yang terbuka dan imajinatif.




Tanpa imajinasi, 
semua hal tidak akan pernah berubah untuk selamanya. 

Kita akan hidup tanpa pesawat terbang,
eksplorasi ke ruang angkasa, 
internet
bahkan listrik...daftar yang tak ada habisnya. 
Kita tidak akan mengenal musik atau kesenian apa pun, dan 
pakaian yang kita kenakan mungkin hanya berupa selembar kain yang menutupi tubuh. 


Masa depan adalah sebuah wilayah yang belum tersentuh dalam imajinasimu, dan 

semua terserah padamu untuk menggunakan imajinasimu dalam merancang masa depanmu.


Dari: Buku Cool Women, Hot Jobs (Tina Schwagner & Michele Schuerger)