Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2011

LAYAKKAH ENGKAU KUPERCAYAI???

Manusia diciptakan sebagai mahluk individu sekaligus juga sebagai mahluk sosial. Maka tak dapat dipungkiri jika kita membutuhkan bantuan orang lain. Untuk menjalankan segala aktivitas, mulai dari sandang, pangan, papan, dan pekerjaan. Bahkan untuk hal-hal yang sepele sekalipun, misalnya saat kita sedih dan jauh dari keluarga, kita butuh seseorang untuk menguatkan hati. Maka kita perlu yang namanya teman untuk berbagi. Tapi sejauh mana kita boleh mempercainya? Apakah semua hal dari kita harus mereka tahu, dan begitu juga sebaliknya? Apakah semua benda yang kita miliki juga menjadi miliknya atau mungkin boleh sekedar memakainya bersama? Ada contoh kasus, yang mungkin bisa menjadi bahan renungan untuk kita bersama. Kejadian ini sudah lumayan lama, kira-kira 2 tahun yang lalu. Kenapa aku tertarik untuk menuliskannya? Karena aku tak ingin kejadian ini terjadi pada kalian.

****

Ada 3 orang mahasiswi sebuah perguruan tinggi terkemuka di Jawa Tengah, melakukan program magang di sebuah rumah sakit swasta di kota Yogyakarta. Mereka mencoba membangun komunikasi yang baik agar dalam waktu 3 bulan ke depan dapat mereka lalui dengan baik. Mereka sengaja mencari kos-kosan dalam satu rumah dengan harapan lebih mudah melakukan koordinasi. Tiba-tiba seorang mahasiswi yang bernama Titis, mendapat telepon dari saudaranya "Mbak Icha" yang kebetulan  mengambil program double degree di sebuah universitas negeri terkemuka di Yogyakarta. Mb Icha mengajaknya tinggal di kontrakannya, biar lebih dekat sama anaknya. Titis agak berat meninggalkan kedua temannya, selain itu uang DP juga sudah diserahkan ibu kos, tidak mungkin untuk diminta kembali. Terlebih lagi, dia takut jika merepotkan mb Icha dan keluarganya, apalagi setiap week end suami mbak Icha datang ke kontrakan. Tapi ajakan mbak Icha tak dapat ditolaknya, akhirnya Titis berpamitan pada kedua temannya "Vica dan Dian".

Minggu, 17 April 2011

ADA APA GERANGAN?



Sahabatku... Lagu ini, khusus ku persembahkan untukmu. Semoga bisa sedikit meringankan bebanmu! 



USAH KAU LARA SENDIRI, Katon Bagaskara feat Ruth Sahanaya

 

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan samar cahya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Usah kau simpan lara sendiri


 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Berkali-kali Kau hadir di hadapanku tanpa sepenggal kata, hingga kau berlalu begitu saja…
Maaf jika ku tak bisa berbuat lebih.

Akhir-akhir ini kudapati engkau bermuram durja. Sinar di wajahmu tak seterang biasanya, agaknya cuaca di langit hatimu tersaput awan hitam???
Sinar di matamu mengisyaratkan, bahwa kau butuh tempat untuk berbagi.

Tak usah kau ragu, aku akan slalu ada untukmu. Disegala kondisimu, entah suka ataupun duka. Jangan pernah merasa sendiri, setidaknya masih ada aku yang selalu siap untuk kau bagi sbagian lara yang kau rasa. Meski sering perbedaan menjadi jurang diantara kita. Perselisihan kecil itu hal yang biasa. Usah kau lara sendiri, masih ada asa tersisa. Cobalah lebih bijak terhadap diri, di sekeliling kita masih banyak orang yang tak seberuntung kita.

Sambutlah uluran tanganku, agar kau bisa bangkit untuk merengkuh asa yang tersisa. Jangan pernah takut untuk terjatuh, karna tlah ku sediakan bahu ini untuk tempatmu bersandar. Biar bisa turut kurasa beban yang kau punya, hingga tegarlah jiwa ragamu….

Mari kita susuri celah kecil menuju cahaya di seberang sana. Jangan pernah kau lepaskan genggamanku, biar kita tak terpisah dan salah arah.

Sesekali ku dengar kau mengeluh “kuatkah bertahan” disaat satu persatu kawan pergi menjauh?
Kuyakinkan sekali lagi “masih ada aku di sini” usah kau simpan lara sendiri.

Minggu, 13 Maret 2011

MENJEMPUT RIZKI

Temanku yang baik dan insyaallah sholeh. Kukan mencoba menanggapi notemu, ini menurut pemikirnku sendiri, maaf jika mungkin tidak sesuai dengan pemikiranmu.

Masalah ini pernah kamu tanyakan padaku, tapi mungkin sikonnya kurang mendukung jadi jawabankupun sekenanya.

Menurutku, yang namanya rizki, jodoh, hidup & mati kita itu sudah di atur.
Nah, sekarag yang sedang di bahas adalah rizki. Setiap makhluk itu sdh da rizkinya msng2, tinggal bagaimana kita mengusahakannya, dan mengambilnya dgn cara apa, itu tergantung dari masing-masing orang.
Ibartnya Allah telah menghamparkan rizki tu seluas lautan, kita bisa mengambilnya dengan cara apapun. Ada yang memakai alat canggih, midle, dan tradisional, bahkan ada yg hanya menunggu percikan dari orang lain mskipun ia tahu bahwa ia jg berhak untuk mengambil air itu sepuasnya, mungkin karena ada keterbatasan dalam dirinya.
Dari semua cara yg dia tempuh untuk mengambil air itupun terkadang dengan cara yang batil, ada juga yg halal tercampur yang batil entah sengaja/pun tidak, bahkan ada yang benar-benar halal, meskipun dari satu sumber mata air yang sama.


Mungkin lebih jelasnya dengan perumpamaan berikut:
Dilaut sedang terjadi tragedi tumpahnya minyak dari kapal yang kecelakaan. Padahal laut itu adalah satu-satunya sumber kehiduapn bagi mereka, jadi mau tidak mau mereka harus mengambil air itu untuk menyambung nyawa.
Nah yang akan di bahas di sini adalah caranya untuk mengambil air itu. Pasti setiap orang  mempunyai cara yang berbeda-beda, sesuai pemikiran, ilmu & tujuan masing-masing.
1. Hanya mngambil minyaknya saja, dngn alt yg canggih skalian. krn dia bfikir saat itu dia mampu dan kuasa mlakuknnya, tnpa mmperdulukn akibt yg d timbulkn dr usahanya. yg mungkin akibtnya al: smakin trcemr laut itu krn efek samping alt modrn yg d gunkn, mmrlukn wkt yg lma dmi usahanya shg mngganggu hjat hdp orng bnyk. para nelayan tak bs mlaut sbbs dulu, plaku bisni ekowisata trgnggu proyek mrk, dll. Org lain yg tak punya kuasa hanya bs mnunggu sambil mnonton btapa tmaknya para pnguasa. Mski dlm ht, mrk th bhwa hal itu slh & mrugikn mrk. Mrk hnya bisa mnglus dada sraya bkata " 'Audzubillaahimindzalik" tanpa tindakn yg nyata.
2. mngambil sekenanya saja, dpt lbh bnyk air / minyak tdk trlalu pduli, dpt air lbh bnyk ya syukur, dpt minyak yg lbh bnyk jg lbh bsyukur krn nntinya bs d jual. Biasanya mrk tmsuk golongn yg pas2san dlm bpikir n mls dlm usaha, serta dgn ilmu yg apa adanya.
3. Hanya mau mngmbil air yg bnar2 tdk trcmr olh minyak. krn bgnya mski minyak itu lbh mhl dr air jk d jual, tp ttp aja minyak itu bkn haknya. Ada yg lbh bhak u mnangani mslh itu; ada aparat yg kn mnyelidiki pnybab trjadinya, ada pihak ahli yg d tugasi mbersihkn tumphnnya srta th cara bgmn mrecover prairn tsb.
Dia mnginginkn apa yg msk dlm tbhnya baik tu mknn atopun cr mndptknnya, tdk lain adl yg bnr2 halal mnurutnya. Ada kekhawtirn kalo seumpama dia ikut mmbntu mmbrsihknnya, mlh dia mngganggu proses yg sdg bjln/bhkn dia tkut kalo2 ia jd ikut mmnfaatkn ssuatu yg bkn haknya. Golongn ini, sdh mlakukn hal yg baik, tp kontribusinya u org lain kurg. Alngkh baiknya jk ia bs mngmbil hal yg baik u dirinya, jg bs btindk u kmaslhtn bsma.

Waallahu'alam bisawaf...
Smua itu adlh cth cr2 org mnjmput rizkinya, pst msh bnyk cr laen slain yg tlah d sbutkn d ats.
dr situ qt bs mngmbil ksimpuln bhw tak ada satupun d dunia ini yg smpurnya, kecuali DzatNya. Sbg mns kita hnya mmpu b'usaha mlkukn yg tbaik.
Stiap kbaikn itu akn bsinggungn dgn kburukn, Stiap mkhluk mmpunyai hak, & stiap hak itu tdk bs d jlnkn scr mutlk, krn akn bsinggungn dgn hak org lain.

mns d karunia akl u bfikir & d bri nafsu u bkhndak.
Aku b'linduung dr lisan yg slalu mnimbun dosa, dr fikirn yg tak prnh smpurna. Smoga Allah snantiasa mmbimbing qt dlm kbaikn. Mnjdkn Iman, Islm, & ikhsan qt smakin tangguh.

yg kutulis d atas adlh dr pmikirnku smata, pst bnyk kkurngn. Jk da kbnrn pstnya dtngnya drNya, & jk da kslhn pst dtng dr pbibadiku.
Maka sbg renungn ku kutip 1 hadist dr Tarjamah Riyadhus Shalihin (Syaikh M. Nasiruddin Al-Albani, jld 1)
"dr Abu Kabasyah Amr Ibn Sa'ad Al-Anmari r.a. dia mndngr Nabi SAW brsabda: " 3 hal aku bsumpah atasnya, & aku akn mncritakn pdmu 1 hadist mk plihralh. " tdk bkurng hrt sseorng itu krn sdkh, & tdklh sseorng hmba itu d aniaya dng sbuah pnganiayaan lalu ia bsbr mnanggungnya mlainkn Allah pst mnmbh kmuliaan bgnya, & tdklh seorg hmb mbuka pntu minta2 mlainkn Allah mbuka pntu kmelrtn bgnya." & aku akn mncritkn 1 hadist pdmu mk plihrlh. Beliau brsbda: " ssguhnya dunia ini milik 4 org, yi:
1. sseorng yg d karuniai hrt & ilmu olh Allah, lalu dgn krunia itu ia btqw kpd Tuhannya, mnymbung tali kluargnya, & mngthui hak Allah d dlmnya. Mk ini adl kdudkn yg pling utm.
2. sseorng yg d karuniai ilmu olh Allah & tdk d karuniai hrt ttp dia punya niat yg jujur, ia brkata: "seandainya saya d karuniai hrt tntu akn brbuat spt pbuatn fulan." Mk dia dgn niatnya itu, pahala k2nya adlh sama.
3. sseorng yg d karuniai hrt olh Allah tp tdk d karuniai ilmu, shngga dia tdk punya arh (ngawur) dlm hrtnya, tnpa (d pndu ilmu); dia tdk btqw kpd Tuhannya d dlmnya, tdk mnggunknnya u silturrahmi, & tdk mngthui hak Allah d dlmnya. Ini adl kdudukn yg pling buruk.
4. sseorng yg tdk d karuniai hrt / pun ilmu olh Allah. Lalu dia bkta: " seandainya sy mmliki hrt tntu sy akn mnggunknnya spt apa yg d lkukn olh Fulan, mk ia dgn niatnya itu, dosa k2nya adlh sama."
(HR. Tirmidzi, dia bkata: "Hadist Hasan Shahih").
***********************************************************************************

Tulisan ini pernah kukirimkan pada seorang teman yang meminta pendapat tentang keresahannya dalam menjemput rizki di negara yang carut-marut ini. Semua ini ku tulis atas pemikiranku belaka, dalam waktu yang singkat, jadi tanpa melalui tahap edit, tulisan & bahasanya juga semau "gue". So, banyak kekurangannya. Tapi mudah-mudahan bisa memberikan sedikit pilihan atau sekedar masukan.