Tampilkan postingan dengan label Puisi dan syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi dan syair. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Salahkah?

Pulau Bidadari-Kep. 1000
Waktu melesat begitu cepat...
Atau aku yang terlalu lambat?
Seketika kudapati benih yang kusemai telah berbunga
Kapan ia bertunas sampai batangnya sekokoh ini?
Ah, semua luput dari pengetahuanku...

Anak tetangga yang dulu kutimang sepulang sekolah
Kini sudah punya jadwal rutin dimalam minggunya
Teman sepermainan tak ada lagi yang bisa kuajak ini dan itu
Semua asyik dengan hidupnya sendiri
Setiap kali kutanya kabarnya, mereka antusias cerita tentang keluarga kecilnya
dan selalu diakhiri dengan pertanyaan "kamu kapan?"

Adakah yang salah dengan semua ini?
Setiap segala sesuatu kutanyai
Jawaban yang kudapati "tak ada yang salah, hanya butuh waktu yang tepat"
Yasudah aku mencoba sabar dan terus berusaha memecahkan misteri

Satu, dua lompatan waktu mengantarkan aku pada kehampaan
Sepertinya sudah saatnya untuk diakhiri
Memulai segala sesuatunya harus lebih baik lagi
Agar aku bisa seperti mereka pada umumnya
Merasakan manis adalah manis
Merasakan pahit adalah pahit
Begitu juga asam dan asin
Agar aku lebih bisa mensyukuri apa yang aku punya saat ini
Tak hanya harap seperti mereka diluar sana.

Sabtu, 22 Desember 2012

KARANG dan OMBAK



Belakang Hatchery 11 PT. BLK, Lamsel
 Jika aku dulu mengidolakan KARANG

Itu karena KARANG terlihat begitu kuat dan tegar
Meski dihempas beribu gelombang yang bernama OMBAK,
KARANG tetap tak goyah
Tetap tenang, tak ada perlawanan sedikitpun dari KARANG
 ataupun berniat untuk menghindar dari ganasnya terjangan OMBAK yang bertubi-tubi
KARANG, keteguhanmu sungguh menawanku
Pada saat itu aku berharap sekali bisa bersikap seperti dirimu, KARANG
Aku berusaha menjadi kuat dan tegar menghadapi setiap persoalan yang datang 
Namun berkali-kali aku mencobanya, berkali-kali itu pula aku merasa lebih terpuruk 

Aku tidak mengerti, apa yang salah dengan diri ini...
Aku berlari membawa perih yang ada ke hamparan luas bagian dunia
Aku terdiam, sejenak merenung di tebing KARANG yang langsung menghadap ke Laut lepas
Kunikmati setiap alunan OMBAK yang menghempas KARANG
Deburan demi deburannya menghantam keteguhan KARANG

Saat itu kumulai perhatikan lekat-lekat tebing tempatku berpijak
KARANG, ternyata kau terkikis sedikit-demi sedikit oleh gempuran OMBAK

Setegar dan sekuat apapun dirimu, jika kau tetap diam dalam pendirianmu, pasrah dengan apapun yang akan terjadi, ketahuilah lambat laun kau akan habis terkikis oleh ganasnya OMBAK
Mulai saat itu aku tak ingin lagi menjadi sepertimu, KARANG
Maaf, kini aku ingin menjadi OMBAK saja

Ia mempunyai kekuatan dan kegigihan dalam menghadapi segala sesuatu
Kuat tenaganya, hingga mampu menyeret apapun yang ada diatasnya
Yang paling menawanku adalah kegigihannya, sampai-sampai mampu merobohkan KARANG dengan segala keangkuhannya
Deburannya bak yel-yel yang membakar semangat juangya 
Kekuatannya sampai mampu menembus celah-celah yang kecil sekalipun

Walau meski tak banyak yang mengagumi sosok OMBAK
Biarlah aku sendiri yang akan mencoba mengadopsi filsafat hidupnya
Hingga aku menjadi orang yang kuat, teguh, dan tetap gigih dalam menjalani hidup ini
Tidak hanya pasrah pada apa yang ada

"Karena ternyata kuat dan tegar saja tidak cukup untuk mnghadapi kerasnya hidup ini
Perlu ada usaha yang gigih untuk mencapai semua yang menjadi keinginan kita
Selain itu diperlukan usaha dan kegigihan untuk mempertahankan apa yang telah kita capai dan miliki"

22 Desember 2012, Kalianda Lamsel



Sabtu, 23 April 2011

Berontak

Secerca harapanpun tak sanggup ku bayangkan
Angan yang dulu melambung kian memudar
Bersama waktu yang terus bergulir
Meninggalkanku dalam asa yang hampir pupus...

Kini kutemui,
Ku bukan diriku lagi...

Riang tawa yang slalu menghiasi hariku
Logika dan kepekaan yang jadi modalku
Prinsip yang menegakkan hidupku
Entah, kemana meninggalkanku???

Jika aku ditanya, mengapa?
Jujur,ku juga tak tau jawabnya.
Yang ada hanya "kemarau"
Jiwa dan ragaku...

Sedih, tak cukup mewakili perasaanku
Galau, tak cukup menggambarkan suasana hatiku
Marah, tak cukup melampiaskan amarahku
Berontak, tak cukup menyelesaikan masalahku

Karena tak ada alamat yang tepat
Untuk mengirimkan semua itu...

Hanya pada "Kekasih hatiku"
Semua itu kualamatkan
karena Dia selalu menemaniku
disaat ku dekat maupun jauh dariNya...

Terima kasih untuk segala penyertaanMu...
Tak ada satupun yang dapat ku dustakan
Atas semua kemurahanMu

Hingga detik ini aku masih bernafas
Disetiap helaan nafasku
Ku ingin selalu ada asmaMu
Karena inilah satu-satunya harapanku
Kenapa sampai hari ini
Aku masih masih ingin melihat matahari...

Selasa, 20 April 2010

Bunda...

Kau ada…
Hanya saja wujudmu berbeda
Meski fisikmu tak kasad mata
Namun hadirmu kurasa

Berbagai perasaan bergumul
Saat mengingatmu penuh…

Tawa kecil hingga bahak terurai
Mengiringi langkahku menuju pendewasaan

Belai manja penuh doa…
Menjadikan ku peka tentang kasih sayang

Sentuhan serta dekapan kasih
Sanggup menjadikanku kukuh
Saat jiwa raga ini rapuh

Senyummu, meredam keangkuhanku
Dikala ego memuncak

Semangatmu, meruntuhkan benteng kepapaan
Yang membuatku, kini mengerti arti pengorbanan

Dikala batang usiamu mulai meninggi
Baru …saja… aku menyadari
Bahwa hadirmu begitu tulus untukku
Takkan mungkin tergantikan

Belum sempat ku balas sedikitpun
Tulus cintamu yang tak bersyarat

Mengapa hadirmu begitu singkat?
Bibit yang kau semai belum sempat kau menui…

Tak sanggup ku teteskan air mata
Tuk mengiringi langkahmu menuju keabadian

Hanya doa... yang pernah kau ajarkan
Yang bisa kulantunkan…

Semoga Yang Maha Kuasa…
Berkenan menempatkanmu dipelataran surgaNya

Dan kelak mengumpulkan kita
Dalam firdausNya

Amien….Ya Robbal Aalamien….


Slamat jalan Bunda...

Dibalik Angka “7”

Semarang, 7 Desember 2009

Di angka “7” ini aku punya 2 kebahagiaan
Yang harus terus ku jaga
Agar kebahagiaan itu terus bertambah


To My Luvely Sista…
“Rofiatus Sa’adah” (Rhei Raditya)

Selamat ulang tahun…
Adikku sayang
Moga tiap langkahmu
Mendapat ridhoNya

Tak terasa 22 tahun sudah
Kau mewarnai hari-hariku
Dalam canda &
Tawa,
Duka &
Nestapa

Bukan kado harta
Atau kesenangan dunia
Yang kan kupersembahkan
Untukmu adinda

Hanya untaian doa…
Untuk setiap kebaikanmu

Selamat milad sahabatku…
Jangan lekas puas
Dengan pencapaianmu
Hari ini…

Demi waktu yang kian menyusut
Gapailah masa depan…
Dengan penuh keyakinan
Tanpa harus melupakan masa silam

#############################################

To My Luvely Niece…
Alifa Nisa Fitria Rahma binti Fatkhur Rahman

Sahabat kecilku…
Riang tawamu,
Celoteh lucumu,
Tingkah polosmu
Tlah 5 th menemaniku

Banyak harapan
Yang kau tawarkan
Dikala… aku dan orang yang mengasihimu
Merasa rapuh…

Perlu kau tahu…
Peri kecilku

5 th yang lalu…
Kau lah pelipur lara
Saat orang terkasih meninggalkan kita
Meski belum pernah kau rasa
Dekap hangat penuh manja dariNya

Dengan tawamu…
Lara itu runtuh

Dengan celotehmu…
Ketakutan itu terlupakan

Dengan tingkah lucumu…
Kami rajut hari esok

Kini genap sudah 5 th usiamu
Meski kau bocah
Tanggung jawabmu kini bertambah
Menjadi teladan
Untuk saudara-saudaramu tersayang

Selamat Ulang Tahun…
Keponakanku…
Moga Allah selalu bersamamu.

Tantuz n Ipha ga mau kalah...
kasih kado lagu u Ezra.
Thank u....

Suratku untukMu


Ku coba mengerti isi yang terkandung:

“Berikanlah nasehat secara baik-baik
Kepada wanita, sebab ia diciptakan dari tulang yang bengkok.
Sesungguhnya bagian yang paling mudah bengkok
Pada tulang adalah bagian atasnya. Jika kamu meluruskannya,
Maka kamu akan mematahkannya
Dan bila kamu membiarkannya,
Maka ia akan tetap bengkok.
Maka berilah nasehat
Kepada wanita secara baik-baik.” (HR. Abu Hurairah, ra)


Demi Dzat yang jiwa ini ada dalam genggamanNya…
Sungguh jiwa ini amatlah rapuh…


Tak tahu lagi pada siapa harus bersimpuh
Tuk mencurahkan sgala keluh


Di spertiga malamMu…
Kini aku datang dengan penuh pengharapan
Merendahkan sgala ego yang memuncah
Hanya karna mengharap ridhoMu…


Tak sanggup ku tahan bulir-bulir air
Yang tlah memenuhi kelopak mata
Menetes, seiring kata yang kian lama…
Kian berat trasa…


Kiranya Engkau beri ijabah
Di stiap pintaku…


Ajarkan padaku keikhlasan
Seikhlas Ismail menerima perintah kurban atas dirinya
Sehingga mulialah diri dan keluarganya


Ajarkan padaku kesabaran
Sesabar Rasulullah menghadapi musuh-musuhnya
Sehingga jadi luluhlah mereka


Ajarkan kepadaku ketaatan
Setaat Masitoh dan keluarganya dalam menegakkan agamaMu
Sehingga surgalah tempatnya kembali


Ajarkan padaku kebenaran
Seperti Abubakar membenarkan smua peristiwa kenabian Rasulullah
Sehingga menempati kedudukan yang mulia disampingnya


Ajarkan padaku kekuatan serta tawakalnya kaum perempuan
Seperti Siti Hajar melintasi bukit Sofa hingga marwa
Untuk mengharap ridhoNya Demi Ismail putra tercinta
Sehingga terpancarlah zam-zam yang penuh berkah


Hamba memohon, beribu pinta hanya padaMu…
Karna sbagai wanita, belum ku tahu dimana kmuliaanku???


Skian lama kutapaki bumi ini
Dengan menghirup bebasnya udara yang Kau beri…


Hati nuraniku berontak…
Dan Bersaksi…


Bahwa slama ini, tak benar-benar menjalankan syariatMu
Bisiknya lirih, namun menyayat hati:
“Itu hanya skedar menggugurkan kwajiban”
Jauh…jauh…sekali dari kata ikhlas…


Smakin ku kenal ayat-ayatmu
Dengan hatiku, bukan karena orang tua
Ataupun seseorang yang ku puja


Smakin ku tahu bahwa diri ini
Tlah jauh dari janji suci padaMu,
Yang terucap sejak zaman azali
Untuk slalu tunduk dan patuh padaMu


Ini adalah sbagian kecil doa yang mampu terpanjat
Beribu, bahkan berjuta,masih menyesak di dalam dada


Tak mengapa…
Karna ku tahu,
Engkau Maha Melihat sgala sesuatu yang tersembunyi
Dan yang nyata…


Sudilah kiranya Engkau menjadikan:
Stiap langkahku adalah ibadah
Stiap kata adalah mutiara
Stiap pandanganku tertunduk karnaMu
Stiap amal adalah ikhlas karnaMu


Ya Rabb…
Jadikan sisa umurku berkah adanya
Sehingga jadilah aku muslimah yang kaffah…
Amien…Yaa Robbal Aalamien…









Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) (Ada Band feat Gita Gutawa)

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu


Kau ingin ku menjadi

Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak


Chorus:

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu


Andaikan detik itu

Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati


La la laa

La la la laa la

**************************
*********************************************************

Ayahku tersayang,
lirik ini khusus kami hadiahkan untuk kado di hari yang penuh makna ini.

55 th sudah Ayah hadir di bumi Allah

dan tlah lbh dr seperempat abad
mngabdi untuk kami

dengan sgala kkurangan dan kelebihan yg ada dlm dirimu

kau ingin slalu lakukan yg tbaik
demi kebahagiaan kami

dengan harapan sederhana

yang kau ukir dengan tinta peluh
seakan tanpa keluh
"Jadilah anak yang berguna"

meski belum mampu pnuhi pintamu...

bahkan dlm sadar,
sering mbuatmu kesal, marah, bahkan murka
dengan ulah kami yg b'ego tinggi.

namun...

smua tu tak mnyurutkan rasa sayangmu
bahkan mmacu kinerjamu tuk brikan ssuatu yg lbh baik lg

Trima kasih u sgala pngabdian Ayah slama ini

trutama lima tahun trakhir
yg pnuh liku & terjal...


sbg kepala rumah tangga

ku th Ayah tak ingin terisak d dpn kami
mski perih mngiris

sbg sopir kami th Ayah letih...

terjaga disaat kami terlelap

sebagai sahabat

ku tahu Ayah hanya ingin b'bagi suka
dan mngubur duka

di penghujung usiamu,

smoga yg akan terlewati adalah atas RidhoNya
serta menghimpun kita
menjadi sakinah, mawadah, warahmah
Amien...

Trimalah p'sembahan cinta kami,

dgn cara kami masing-masing...

kami yang akan slalu mnyayangimu dalam sgala suasana...


(Mustaghfiroh & Bustanul Arifin: Syahzad Rasta Ezra Zahira)

(Fatkhurahman & Yulia Jaya Safitri: Alifa Nisa Fitria Rahma, Fatimatuzzahra Attania Rahma, & Mikail (maaf sayang tante lupa nama pjmu))
(Nur Faizah)
(Rofiatussa'adah)
(Akhmad Shiddiq)



Dedicated to you

"Manusia adalah mahluk yang paling sempurna"
Itu memang benar...

Namun dibalik kesempurnaan itu,
Sesungguhnya tak ada 1 pun manusia yang sempurna

Stiap manusia terlahir dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Bisa jadi kekurangan itu yang kan menghidupinya, dan
bisa jadi kelebihan itu yang kan membinasahkannya.

Jangan berkecil hati atau meratapi nasib yang tiada berkesudahan

Coba kenali diri, lihat sekeliling, dan mendekatlah padaNya
Mungkin ada celah yang bisa kita masuki untuk menemukan secerca cahaya...

Kawanku...

Teruslah mendaki...
Meski jalan penuh liku dan terjal
Karna ku tahu di puncak kan kau temukan arti kebesaranNya

Teruslah bermimpi...
Tentang keindahan
Karna ku yakin kau bukan pecundang

Teruslah berbagi...
Meski banyak yang mencibirmu
karna ku tahu mereka hanya iri akan kemurahanmu

Teuslah tersenyum...
Meski perih mengiris
Karna ku tahu itulah penawar hatimu

Teruslah berkarya...
Meski apa yang kau bangun bertahun-tahun
Hancur seketika oleh seseorang yang mendengkimu
Karna ku tahu kau lebih hebat dari itu...

Teruslah terus...terus maju...
Demi hidup yang lebih baik!
Meski kita tahu bahwa jalan hidup kita sudah diatur

Karna ku yakin bahwa akhir dari usaha kita
itulah yang di sebut takdir

Percayalah stiap usaha kita tidak lepas dari pengawasanNya
dan smua itu kan jadi penilaianNya kelak
dalam keabadian...

#####################################

Ku tuliskan smua ini,,
karna ku tahu kalian mampu...

Dari kalianlah aku belajar

hitam dan putih khidupan

Liarnya pertarungan alam

Mencinta dan dicinta

sakit dan tersakiti.


Makasih untuk smua yang pernah ku kenal

yang tlah sengaja atau tidak sengaja

menginspirasiku :))

Temen2 spermainan

Temen2 SD

Temen2 SMP

Temen2 SMA

Temen2 Kuliyah

dan Temen2 lain yang penuh inspirasi


Thanks,,,u'r my inspiration.